pulvis (serbuk)
![]() |
| Serbuk |
Dalam bahasa :
Serbuk dibagi menjadi 2 yaitu pulvis dan pulveres.
Pengertian sebenarnnya
Menurut FI III serbuk adalah campuran homogen dari dua atau lebih obat yang diserbukkan.
Powder (Inggris)
Poeder (Belanda)
Puyer (Indonesia)
Serbuk dibagi menjadi 2 yaitu pulvis dan pulveres.
Pengertian sebenarnnya
Menurut FI III serbuk adalah campuran homogen dari dua atau lebih obat yang diserbukkan.
Menurut FI IV, serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral maupun topikal. secara kimia-fisika serbuk mempunyai ukuran antara 10.000- 0,1 mikrometer.
Adapun Keuntungan / kelebihan dari bentuk sediaan serbuk :
- campuran obat dan bahan obat yang sesuai kebutuhan
- dosis lebih tepat, lebih stabil dari sediaan larutan
- disolusi/melarut cepat dalam tubuh
- tidak memerlukan banyak bahan tambahan yang tidak perlu
- Cepat bereaksi sehingga cepat memberikan efek terapi obat
- Anak-anak atau orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan bentuk sediaan serbuk.
- Obat dengan volume terlalu besar untuk dibuat tablet, dapat dibuat dalam bentuk serbuk.
- Masalah stabilitas yang sering dihadapi dalam sediaan cair, tidak ditemukan dalam sediaan bentuk serbuk.
Kerugiaan serbuk / kekurangan dari bentuk sediaan serbuk :
- kurang baik untuk zat obat yang mudah terurai karena kontak dengan udara
- sulit untuk ditutupi rasanya (tidak enak pahit maupun baunya)
- peracikannya membutuhkan waktu yang relatif lama karena harus menghitung dosis, menimbang serta penggerusan ataupun dalam pengemasan
- Mudah teroksidasi
Karakteristik serbuk yang baik diantarannya:
- homogen, homogenisitasnya dipengaruhi ukuran partikel dan densitasnya/berat jenis
- punya derajat kehalusan tertentu
- kering
- kering
Pembagian Serbuk
1. Pulvis (serbuk tak terbagi)
Pulvis adalah serbuk yang tidak dapat terbagi untuk pemakaiannya, contohnya serbuk tabur, serbuk gigi dan serbuk effervecent
2. Pulveres (serbuk terbagi)
pulveres adalah serbuk yang dapat dibagi dalam bobot yang sama, dibungkus menggunakan kemasan untuk sekali minum, serbuk terbagi boleh dibagi secara visual/penglihatan, maksimal 10 serbuk secara bersamaan. Umumnya serbuk berbobot 0,5 gram, pengisinya laktosa. Penimbangan diperlukan apabila pasien memperoleh dosis 80% dari dosis maksimum untuk sekali atau sehari pakai.
Penimbangan
1. Zat ditimbang masing-masing dengan kertas perkamen.
2. Penimbangan < 50 mg dilakukan dengan pengenceran. Untuk pengemceran bisa di lihat disini
3. Untuk zat cair ditimbang dengan cawan penguap yang telah ditara.
4. Untuk zat kental/ekstrak ditimbang dengan kertas perkamen yang dilapisi paraffin.
5. Untuk zat yang higroskopis seperti ZnO, MgO, sebelum ditimbang digerus dan diayak dahulu.
Yang perlu diperhatikan
1. Zat yang berkhasiat keras, biasanya jumlahnya sedikit. Jadi harus digerus dulu zat tambahan seperti saccharum lactis untuk menutupi pori-pori mortir.
2. Untuk zat berkhasiat yang berwarna, mortar harus dilapisi dengan zat tambahan, baru digerus dengan zat lain.
3. Untuk zat dengan perbedaan BJ, masukan dulu serbuk yang BJnya besar kemudian yang kecil.
4. Zat yang mempunyai Titik Eutetik jika 2 zat dicampur. Maka, penggerusan dilakukan secara masing-masing dengan saccharum lactis, baru kemudian dicampur. Contoh : Champora – Menthol.
5. Tingtura dan ekstrak cair ditetesi dengan alcohol dilutus 70%, kemudian keringkan dengan saccharum lactis.
6.Jika dalam resep pulvis atau pulveres ada tablet, maka tablet digerus lebih dulu, baru dicampur dengan bahan lain.
7.Untuk minyak menguap ditambahkan terakhir

Komentar
Posting Komentar